Dalam suatu siang menyapamu dengan angkuh. Meski hati ini tertawa dihadapanmu. Hanya mampu menatap dari kejauhan. Seolah melayangkan pandangan berharap saling menatap. Berandai bercengkrama riuh denganmu. Angan merajuk membumbung tinggi. Menangkapmu dalam lekat mata lensa kamera. Mengingat bagaimana aku menyenyembunyikan senyum, menahan detak jantung yg berdetak berlebih, menahan diri dalam bersorak ria saat hanya berpapasan, membuang pandangan meski hati ini ingin menatapmu lekat.
Awal siang yg panas tampaknya prolog dari jalan berliku. Sebuah jalan yang dulu tersembunyi dari jalan utama yang dituju. Jalan yang dulu hanya jadi angan, kini sedang dilalui dan mungkin akan menjadi jalan utama. Sebuah jalan menuju satu asa dan harap dalam dekapNya. Dan semoga jalan ini adalah jalan yg pasti dan penuh petunjuk. Bilapun terjal, semoga akan ada tempat untuk sekedar beristirahat yg layak. Selamat menempuh perjalanan ini dengan peta dari sang pencipta.
Siang terik..
Helping each other
Beberapa kejadian dalam hidup membuat kita banyak belajar. Terlebih aku. Aku masih perlu banyak belajar. Dan perlajaran hidup ini yang sedang aku pelajari "Helping each others".
Bukan hal mudah memang. Tapi bagian gambar dari ini memotivasiku untuk selalu berbuat baik, ikhlas, dan berusaha menahan harap dan pamrih. Terlebih jika itu untuk mu yang ku sayang. Mari saling membantu, menciptakan kesuksesan bagiku dan bagimu. Hanya itu. Seperti yang sedang kulakukan untukmu, Indian Romeo.
Prolog
Sore kepadamu yang dulu hanya kukagumi dari jauh.
Kamu yang kulihat sebatas pandangan mata.
Kamu yang menyunggingkan senyum, dan aku benar girang kala itu.
Halo kamu yang membuat jantungku berdetak lebih kencang tatkala berpapasan.
Halo kamu yang kutemani kala siang terik tanpa senyuman sedikitpun, meski dalam hati aku tertawa.
Halo kamu pria 3 tahun lalu.
Dan halo lagi kamu, yang telah memasuki hidupku beberapa bulan ini.
Kamu datang.
Saat dia pergi.
Kamu mengisi gelas kosong.
Tatkala aku haus mengenangmu.
Aku tidak menunggumu kala itu.
Tapi sekarang kita dipertemukan.
Menjadi apakah kita?
Yang jelas, jangan pergi dahulu. Aku rasa tugasku belum selesai untukmu, Romeo.